Kidung Keesaan/Musim Tanam dan Panen

Dari Kidung
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 693 KK 695 ⇨

KK694: MARI MENCANGKUL SAWAH LADANGMU

do=g 4/4 MM ± 92

1

Mari mencangkul sawah ladangmu,
alirkan air pada tanahnya,
agar tanah gembur siap untuk di tanam
nyanyilah: “Haleluya!”

2

Bibit yang baik tabur segera,
sebarkan pupuk di sekitarnya,
agar tumbuhnya subur dan berbuah baik;
nyanyilah: “Haleluya!”

3

Saat menuai kini tibalah,
bulir yang matang panen segera,
mari kumpul berkas bawa pulang ke rumah;
nyanyilah: “Haleluya!”

4

Marilah bersama ucaplah syukur
atas anug’rah Allah, Tuhanmu,
bawalah hasil panen ke rumah Tuhanmu:
nyanyilah: “Haleluya!”

Syair: Tim Kerja Gita Bakti, 2011
Lagu: Godlief Soumokil, 2011

Tonton YouTube-nya:
MARI MENCANGKUL SAWAH LADANGMU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 694 - MARI MENCANGKUL SAWAH LADANGMU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "KEPADAMU, YA TUHAN ALLAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "MARI MENCANGKUL SAWAH LADANGMU" sebelumnya.

⇦ KK 694 KK 696 ⇨

KK695: KEPADAMU, YA TUHAN ALLAH

do=e 4/4 MM ± 100

1

Pada-Mu datang s’gala yang hidup,
kar’na bersalah s’muanya;
bila pelanggaran sudah tak tertanggung
yang menghapuskan hanya Engkau.
Bahagialah yang t’lah Kaupilih
dan yang Kausuruh mendekat
untuk menerima s’gala karunia
dalam rumah-Mu, bait kudus

Reff:

Kepada-Mu, ya Tuhan Allah
aku lantunkan madah.
Kepada-Mu ’ku membayar nazar;
doaku Kaudengar

2

Lewat karya-Mu dan keadilan
Dikau menjawab doaku.
S’gala ujung bumi, juga pulau-pulau,
yang dipercaya hanya Engkau.
Gunung-gemunung Dikau tegakkan
oleh besarnya kuasa-Mu.
G’lombang laut ganas, amuk bangsa buas
Dikau redakan: jadi tenang.

3

Para penghuni di ujung bumi
takut melihat mukjizat.
Untuk pagi hari, untuk sore hari
Sudah Kaubuat sorak-sorai.
Dikau berikan panen melimpah,
Dikau menjaga hidupnya.
Air Kausiapkan, gandum Kausediakan;
maka mereka sejahtera.

4

Dikau airi alur bajaknya
Dikau basahi lahannya;
oleh dirus hujan tanah Kaugemburkan,
Dikau berkati tanamannya.
S’gala musimnya Dikau hiasi,
Dikau b’ri panen dan lemak.
Padang-padang gurun, bukit-bukit hijau
Dikau penuhi sorak-sorai.

5

Gandum melimpah di semua lurah*,
sungguh sejaht’ra hidupnya.
Padang-padang rumput sarat kambing domba
berpekik riang, nyanyi senang.

Syair: Ernest Mariyanto 2014, berdasarkan Mazmur 65
Lagu: Ernest Mariyanto 2014

Tonton YouTube-nya:
KEPADAMU, YA TUHAN ALLAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 695 - KEPADAMU, YA TUHAN ALLAH

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MANUSIA YANG MELUKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "KEPADAMU, YA TUHAN ALLAH" sebelumnya.

⇦ KK 695 KK 697 ⇨

KK696: MANUSIA YANG MELUKU

do=a 4/4 MM +108

1

Manusia yang meluku*, menaburkan benih,
tetapi kesuburan Tuhanlah yang memb’ri.
Air hujan dikirim-Nya dan panas yang segar.
Akhirnya padi tumbuh, menghijau dan mekar.

Reff:

Apapun yang baik semata anugerah.
Dan kar’na itu pujilah kasih-Nya yang mesra.

2

Semua diciptakan-Nya, yang jauh, yang dekat:
samudera yang luas dan rimba yang lebat.
Tak satu dilupakan, semua dibela,
dan kita dib’ri makan tak kunjung bersela.

3

Ya Bapa, t’rimakasih; yang sudi ‘Kau memb’ri
kepada ciptaan-Mu: berkat dan rezeki.
Tiada teruraikan kasih-Mu yang besar;
terpujilah ‘Kau, Bapa, rahmani dan jabar.

Syair: Wir pflügen und wir streuen, Mathias Claudius, 1782, terj. E.L. Pohan Shn, 1966
Lagu: Johan Abraham Peter Schulz (1747-1800)

Tonton YouTube-nya:
MANUSIA YANG MELUKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 696 - MANUSIA YANG MELUKU

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "SAYUR KUBIS JATUH HARGA" mengabaikan kunci pengurutan baku "MANUSIA YANG MELUKU" sebelumnya.

⇦ KK 696 KK 698 ⇨

KK697: SAYUR KUBIS JATUH HARGA

la=a 4/4 MM ± 72

1

Sayur kubis jatuh harga,
pohon tomat kena hama,
cengkeh pun tidak berbunga
dan jualanku tidak laku,
butir padi tidak berisi,
sampar ayam pun berjangkit,
hewan ternak sudah habis,
kar’na terpaksa aku jual.
Namun aku puji Tuhan
dan bersorak sukaria,
kar’na Dia Pohon s’lamatku!
Kepada-Nya ‘ku percaya,
aku tidak akan jatuh:
Tuhan Allah kekuatanku.

Syair: Suan Kol, S. Tarigan 1983, berdasarkan Habakuk 3:17-19
Lagu: S. Tarigan 1983, nuansa Batak Karo

Tonton YouTube-nya:
SAYUR KUBIS JATUH HARGA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 697 - SAYUR KUBIS JATUH HARGA