Kidung Keesaan/Adven
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
| ⇦ KK 146 | KK 148 ⇨ |
KK147: ‘KAU YANG LAMA DINANTIKAN
do=g 3/4 MM ± 126
| 1 |
‘Kau yang lama dinantikan, Jurus’lamat, datanglah, |
|
| 2 |
Raja mulia, ‘Kau lahir bagai anak yang lembut, |
Syair: Come, Thou Long-Expected Jesus, Charles Wesley, 1744, terj. H.A. Pandopo, 1981
Lagu: Rowland Hugh Prichard, 1830
‘KAU YANG LAMA DINANTIKAN |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 147 - ‘KAU YANG LAMA DINANTIKAN
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "KIRANYA LANGIT TERBELAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "‘KAU YANG LAMA DINANTIKAN" sebelumnya.
| ⇦ KK 147 | KK 149 ⇨ |
KK148: KIRANYA LANGIT TERBELAH
re=d MM ± 60
| 1 |
Kiranya langit terbelah, ya Jurus’lamat, datanglah, |
|
|
Reff: |
Datanglah, ya Imanuel, bebaskan Bani Israel. | |
| 2 |
O, turun seperti embun, sirami ladang bumi-Mu; | |
| 3 |
Hai bumi, ‘kau terbukalah! Gunung, lembah, menghijaulah! | |
| 4 |
Engkau dinanti dunia. Kedatangan-Mu kapankah? | |
| 5 |
Ya Surya Pagi yang cerah, biar fajar-Mu merekah; | |
| 6 |
Dirundung duka kemelut, kami menghadap pintu maut. | |
| 7 |
Di sana kami bersyukur memuliakan nama-Mu, |
Syair: O Heiland, reiss die Himmel auf, Friedrich von Spee (1591-1635), terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980, berdasarkan Yesaya 45:8
Lagu: Jerman, 1666/Adrianus Petrus Hamers, 1915
KIRANYA LANGIT TERBELAH |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 148 - KIRANYA LANGIT TERBELAH
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "KUSONGSONG BAGAIMANA" mengabaikan kunci pengurutan baku "KIRANYA LANGIT TERBELAH" sebelumnya.
| ⇦ KK 148 | KK 150 ⇨ |
KK149: KUSONGSONG BAGAIMANA
do=bes 4/4 MM ± 92
| 1 |
Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datang-Mu? |
|
| 2 |
Kaum Sion menaburkan kembang di jalan-Mu; | |
| 3 |
Betapa ‘Kau berkorban hendak menghiburku | |
| 4 |
Di saat ‘ku terpasung, ‘Kau membebaskanku: | |
| 5 |
Sebabnya Kautinggalkan takhta-Mu yang megah, | |
| 6 |
Hai insan yang berduka, tabahkan hatimu, | |
| 7 |
Tak usah cari jalan, tak usah berlelah, | |
| 8 |
Kendati hutang dosa membuatmu gentar, | |
| 9 |
Kendati hutang dosa membuatmu gentar, |
Syair: Wie soll ich dich empfangen, Paul Gerhardt, 1653, terj. H.A. Pandopo, 1977
Lagu: Melchior Teschner, 1614/1615
KUSONGSONG BAGAIMANA |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 149 - KUSONGSONG BAGAIMANA
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "PENCIPTA BINTANG SEMESTA" mengabaikan kunci pengurutan baku "KUSONGSONG BAGAIMANA" sebelumnya.
| ⇦ KK 149 | KK 151 ⇨ |
KK150: PENCIPTA BINTANG SEMESTA
mi=a MM ± 60
| 1 |
Pencipta bintang semesta, Terang abadi umat-Mu, |
|
| 2 |
Kar’na sengsara dunia telah tergugah hati-Mu; | |
| 3 |
‘Kau lahir bagi dunia menjadi kurban yang kudus: | |
| 4 |
Atas kumandang nama-Mu penghuni surga bersujud, | |
| 5 |
Di Hari Kedatangan-Mu, ya Hakim Mahamulia, | |
| 6 |
Syukur, pujian dan sembah pada-Mu diberi terus, |
Syair: Conditor alme siderum, Nyanyian Latin abad ke-5, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Lagu Gereja abad pertengahan, revisi Yamuger, 2019
PENCIPTA BINTANG SEMESTA |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 150 - PENCIPTA BINTANG SEMESTA
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "TUMBUHLAH TUNAS BARU" mengabaikan kunci pengurutan baku "PENCIPTA BINTANG SEMESTA" sebelumnya.
| ⇦ KK 150 | KK 152 ⇨ |
KK151: TUMBUHLAH TUNAS BARU
do=f MM ± 60
| 1 |
Tumbuhlah tunas baru di tunggul Isai, |
|
| 2 |
Ini maksud Yesaya dengan nubuatnya: | |
| 3 |
Bunga begitu mungil yang harum dan lembut, | |
| 4 |
Mari serukan “Amin” atas karunia. |
Syair: Es ist ein Reis entsprungen, Nyanyian Natal Jerman, 1600, bait ke-3 oleh Friedrich Layritzz, 1844, bait ke-4 oleh Michael Prätorius, 1609, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1981 (revisi, 2019)
Lagu: Jerman, 1600
TUMBUHLAH TUNAS BARU |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 151 - TUMBUHLAH TUNAS BARU
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI WARIS KERAJAAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "TUMBUHLAH TUNAS BARU" sebelumnya.
| ⇦ KK 151 | KK 153 ⇨ |
KK152: HAI WARIS KERAJAAN
do=f 6/8 MM ± 54
| 1 |
Hai waris Kerajaan, Rajamu sambutlah! |
|
| 2 |
Hai insan yang berduka, Rajamu t’lah dekat: | |
| 3 |
Hai kamu yang merana, Rajamu tak lemah. | |
| 4 |
Hai mari, fakir miskin, Rajamu tak lelah | |
| 5 |
Hai umat yang sengsara, Rajamu tidak jauh: | |
| 6 |
Hai, bangunlah, saudara, Rajamu songsonglah, | |
| 7 |
Ya Yesus, Raja agung, Kaub’rikan diri-Mu; |
Syair: Auf, auf, ihr Reichsgenossen, Johann Rist (1607-1667), terj. H.A. Pandopo, 1978/1981
Lagu: Jerman, 1500
HAI WARIS KERAJAAN |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 152 - HAI WARIS KERAJAAN
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "GAPURAMU LAPANGKANLAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI WARIS KERAJAAN" sebelumnya.
| ⇦ KK 152 | KK 154 ⇨ |
KK153: GAPURAMU LAPANGKANLAH
do=f 6/4 MM ± 144
| 1 |
Gapuramu lapangkanlah menyambut Raja mulia, |
|
| 2 |
Benar dan adil hukum-Nya, dan rahmat lambang kuasa-Nya! | |
| 3 |
Selamat berbahagia neg’ri yang memiliki-Nya. | |
| 4 |
Gapuramu lapangkanlah, hatimu jadi rumah-Nya; | |
| 5 |
Ya Kristus, Jurus’lamatku, kubuka hati bagi-Mu. |
Syair: Macht hoch die Tür, die Tor macht weit, Georg Weissel. 1623, terj. Yamuger, 1980
Lagu: Kitab Nyanyian Freylinghausen, 1704
GAPURAMU LAPANGKANLAH |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 153 - GAPURAMU LAPANGKANLAH
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "O, DATANGLAH, IMANUEL" mengabaikan kunci pengurutan baku "GAPURAMU LAPANGKANLAH" sebelumnya.
| ⇦ KK 153 | KK 155 ⇨ |
KK154: O, DATANGLAH, IMANUEL
la=e 2/4 MM ± 72
| 1 |
O, datanglah, Imanuel, |
|
| 2 |
O, datang, Tunas Isai, | |
| 3 |
O, Surya Pagi, datanglah | |
| 4 |
O, Kunci Daud, datanglah, | |
| 5 |
O, Tuhan Allah, datanglah, |
Syair: Veni, veni, Emmanuel, Nyanyian Latin Abad Pertengahan, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Prancis, 1400/Thomas Helmore (1811-1890)
O, DATANGLAH, IMANUEL |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 154 - O, DATANGLAH, IMANUEL
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "PUTRI SION, NYANYILAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "O, DATANGLAH, IMANUEL" sebelumnya.
| ⇦ KK 154 | KK 156 ⇨ |
KK155: PUTRI SION, NYANYILAH
la=e 2/4 MM ± 72
| 1 |
Putri Sion, nyanyilah; |
|
| 2 |
Hosiana, Putra Daud, | |
| 3 |
Hosiana, Putra Daud, |
Syair: Tochter Zion, freue dich, berdasarkan Zakharia 9:9; Matius 21:9, Friedrich Heinrich Ranke, 1820, terj. Yamuger, 1980
Lagu: Georg Friedrich Händel, 1747
PUTRI SION, NYANYILAH |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 155 - PUTRI SION, NYANYILAH
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "SORAKLAH, HAI UMATNYA" mengabaikan kunci pengurutan baku "PUTRI SION, NYANYILAH" sebelumnya.
| ⇦ KK 155 | KK 157 ⇨ |
KK156: SORAKLAH, HAI UMATNYA
do=es 4/4 MM ± 84
| 1 |
Hilangkanlah duka dan beban, |
|
|
Reff: |
Soraklah, hai umat-Nya, | |
| 2 |
Segenap gerbang terangkatlah, | |
| 3 |
Siapakah Sang Raja mulia |
Syair: Pokja Muger GPIB, 2000, berdasarkan Zakharia 9:9, Mazmur 24:7-10
Lagu: Godlief Soumokil, 1999
SORAKLAH, HAI UMATNYA |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 156 - SORAKLAH, HAI UMATNYA
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "TERBITLAH BINTANG TIMUR" mengabaikan kunci pengurutan baku "SORAKLAH, HAI UMATNYA" sebelumnya.
| ⇦ KK 156 | KK 158 ⇨ |
KK157: TERBITLAH BINTANG TIMUR
do=d 2/4 MM ± 50
| 1 |
Terbitlah bintang timur dan fajar merekah |
|
| 2 |
Gelap sedang berlalu, pun malam yang sedih; | |
| 3 |
Yang diam menderita di bayang maut kelam, | |
| 4 |
Penghalau malam itu, Sang Surya yang cerah, | |
| 5 |
Terbitlah bintang timur dan fajar merekah |
Syair: Nu daagt het in het Oosten, Johannes Riemens (1843-1908), terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Melchior Vulpius, 1609
TERBITLAH BINTANG TIMUR |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 157 - TERBITLAH BINTANG TIMUR
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "HATIKU BERSUKARIA" mengabaikan kunci pengurutan baku "TERBITLAH BINTANG TIMUR" sebelumnya.
| ⇦ KK 157 | KK 159 ⇨ |
KK158: HATIKU BERSUKARIA
sol=f 4/4 MM ± 80
| 1 |
Hatiku bersukaria |
|
| 2 |
Diindahkan-Nya hamba-Nya; | |
| 3 |
Kar’na Allah Mahakuasa | |
| 4 |
Mahasuci Nama Allah; | |
| 5 |
Dinyatakan-Nya kuasa | |
| 6 |
Disuruh-Nya turun takhta | |
| 7 |
Orang lapar dikenyangkan, | |
| 8 |
Sungguh Ia melepaskan | |
| 9 |
Sungguh Ia melepaskan |
Syair: Magnificat, Nyanyian Pujian Maria, Lukas 1:46-55, H.A. Pandopo, 1977
Lagu: Antonius Soetanta, SJ, 1980
HATIKU BERSUKARIA |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 158 - HATIKU BERSUKARIA
<htmlet>kk</htmlet>
⇦ Kembali ke Kidung Keesaan
Peringatan: Kunci pengurutan baku "YA YESUS, DIKAU KURINDUKAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "HATIKU BERSUKARIA" sebelumnya.
| ⇦ KK 158 | KK 160 ⇨ |
KK159: YA YESUS, DIKAU KURINDUKAN
do=g 3/4 MM ± 116
| 1 |
Ya Yesus, Dikau kurindukan, |
|
| 2 |
Hatiku biar Kaujadikan | |
| 3 |
Puaskanlah, ya Jurus’lamat, |
Syair: O du mein Trost und süsses Hoffen, Carl Wilhelm Osterwald (1820-1887), terj. H.A. Pandopo, 1978/1981
Lagu: Johann Wolfgang Franck, 1681
YA YESUS, DIKAU KURINDUKAN |
Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 159 - YA YESUS, DIKAU KURINDUKAN



