Kidung Keesaan/Kehidupan Surgawi

Dari Kidung
Revisi sejak 15 April 2026 07.55 oleh Kidung (bicara | kontrib) (Kidung Keesaan/Kehidupan Surgawi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 292 KK 294 ⇨

KK293: HARI TUHAN AKAN DATANG

la=e 3/4 MM ± 108

1

Hari Tuhan akan datang
pada akhir zaman.
Ia akan jadi Hakim
mengadili kita.
Orang baik dis’lamatkan,
orang jahat dihempaskan.

Reff:

O, betapa gembira
hidup di rumah Tuhan
bersama penghuni surga.

2

Bila hayat t’lah berakhir,
ingat akan Tuhan.
Kasihani kami, Tuhan,
ampunilah kami.
Dosa kami Kaulupakan,
jiwa kami Kaubebaskan.

Syair: Antonius Soetanta, SJ, 2016
Lagu: Antonius Soetanta, SJ, 2016

Tonton YouTube-nya:
HARI TUHAN AKAN DATANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 293 - HARI TUHAN AKAN DATANG

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "ADA KOTA YANG INDAH CERAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "HARI TUHAN AKAN DATANG" sebelumnya.

⇦ KK 293 KK 295 ⇨

KK294: ADA KOTA YANG INDAH CERAH

do=g 4/4 MM ± 104

1

Ada kota yang indah cerah,
nampaklah bagi mata iman:
rumah Bapa di surga baka
bagi orang yang sudah menang.

Reff:

Indahnya saatnya
kita jumpa di kota permai!
Indahnya saatnya
kita jumpa di kota permai!

2

Nun disana bersama teman
kita nyanyi pujian merdu,
selamanya sentosa tent’ram,
rasa duka terhapus penuh.

3

Pada Bapa, Pemurah benar
kita patut bersyukur tetap:
tiap hari kasihNya besar,
hidup kita teriring berkat

Syair: In the Sweet By and By, Sanford Filmore Bennett (1936-1898), terj. Yamuger,1984
Lagu: Joseph Philbrick Webster ( 1819-1875)

Tonton YouTube-nya:
ADA KOTA YANG INDAH CERAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 294 - ADA KOTA YANG INDAH CERAH

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "AKU RINDU KE RUMAHKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "ADA KOTA YANG INDAH CERAH" sebelumnya.

⇦ KK 294 KK 296 ⇨

KK295: AKU RINDU KE RUMAHKU

do=d 3/4 MM ± 92

1

Aku rindu ke rumahku,
tempat damai yang genap;
dan disana sukacita
dan bahagia menetap.
Di rumahku ‘kan terobat
hati risau dan cemas;
ke sanalah, ke sanalah,
aku rindu tak kepalang.

2

Di rumahku tinggal damai,
asing bagi dunia,
yang disanjung para malak
dengan puncak lagunya.
Ke rumahku yang abadi
dan cerlang serta megah;
ke sanalah, ke sanalah,
aku rindu tak kepalang.

3

Aku rindu mendapatkan
rumah Bapa yang terang,
agar aku k’lak berjumpa
dengan kawan yang menang,
yang memuji tak hentinya
akan Yesus, Penebus;
ke sanalah, ke sanalah,
‘ku tetap akan merindu.

Syair: Nach der Heimat susser Stille, Rudolf Franz Heinrich Magenau (1767-1846), terj. E.L. Pohan Shn (1917-1993)
Lagu: Hans Georg Nӓgeli (1773-1836)

Tonton YouTube-nya:
AKU RINDU KE RUMAHKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 295 - AKU RINDU KE RUMAHKU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BAGAI RUSA BERTERIAK" mengabaikan kunci pengurutan baku "AKU RINDU KE RUMAHKU" sebelumnya.

⇦ KK 295 KK 297 ⇨

KK296: BAGAI RUSA BERTERIAK

do=g 3/4 MM ± 88

1

Bagai rusa berteriak
cari sumber air sejuk,
demikian pun jiwaku
menjerit kepadaMu.
Akan Allah abadi
hausku tiada terperi.
Bilahkah tiba waktuku
melihatMu, ya Allahku?

2

Siang malam air mataku
adalah makananku,
kar’na orang menghujatku:
“Hai, dimana Allahmu?”
Dan teringatlah terang,
dengan girang dan senang
aku pimpin ‘kan mereka
masuk ke rumah Allahnya.

3

Apakah sebab ‘kau tunduk
dan gelisah, jiwaku ?
Janganlah ‘kau putus asa,
Tuhanlah harapanmu.
‘Kan kupujilah terus
kuasa Allah yang kudus.
Kar’na itulah hentikan
keluhanMu dan rintihan.

Syair: Mazmur 42:1-5, terj. E.L. Pohan Shn (1917-1993)
Lagu: Jerman, 1700

Tonton YouTube-nya:
BAGAI RUSA BERTERIAK


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 296 - BAGAI RUSA BERTERIAK


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BILA MUKA DENGAN MUKA" mengabaikan kunci pengurutan baku "BAGAI RUSA BERTERIAK" sebelumnya.

⇦ KK 296 KK 298 ⇨

KK297: BILA MUKA DENGAN MUKA

do=bes 4/4 MM ± 88

1

Bila muka dengan muka
aku pandang Penebus,
sukacita ku berlimpah:
Ia mati bagiku!

Reff:

Nanti muka dengan muka aku pandang Penebus;
agung dalam t’rang surgawi aku pandang Tuhanku!

2

Masih kabur pandanganku,
b’lum tersingkap tabirnya,
tapi hari kemuliaan
akan tiba segera.

3

‘Ku bahagia di sisiNya,
hilang duka dan resah;
jalan bengkok sudah lurus,
yang gelap sudah cerah.

4

Nanti muka dengan muka
langsung akan kukenal
Tuhan Yesus, Jurus’lamat,
Pengasihku yang kekal!

Syair: Face to Face, Carrie Elizabeth Ellis Breck, 1898, terj. Yamuger, 1975
Lagu: Grant Colfax Tullar, 1898

Tonton YouTube-nya:
BILA MUKA DENGAN MUKA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 297 - BILA MUKA DENGAN MUKA

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BILA TUGASKU KELAK SELESAI" mengabaikan kunci pengurutan baku "BILA MUKA DENGAN MUKA" sebelumnya.

⇦ KK 297 KK 299 ⇨

KK298: BILA TUGASKU KELAK SELESAI

do=as 6/4 MM ± 152

1

Bila tugasku kelak selesai,
s’lamat ‘ku tiba di pantai permai
dan dari Tuhan ‘ku tak tercerai,
itu bagiku bahagia baka.

Reff:

‘Ku s’lamanya bahagia,
bahagia, bahagia;
bila kupandang Tuhanku kelak,
aku bahagia, bahagia tetap.

2

Bila kelak oleh karuniaNya
aku disambut di surga cerah
dan ‘ku memandang sinar wajah-Nya,
itu bagiku bahagia baka.

3

Bila disana ‘ku jumpa teman,
aku gembira dan amat senang,
tapi melihat Tuhan berkenan,
itu bagiku bahagia baka.

Syair: When All My Labours and Trials Are O’er, Charles Hutchinson Gabriel, 1900, terj. Yamuger, 1978
Lagu: Charles Hutchinson Gabriel, 1900

Tonton YouTube-nya:
BILA TUGASKU KELAK SELESAI


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 298 - BILA TUGASKU KELAK SELESAI

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DI ATAS BINTANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "BILA TUGASKU KELAK SELESAI" sebelumnya.

⇦ KK 298 KK 300 ⇨

KK299: DI ATAS BINTANG

do=es 4/4 MM ± 88

1

Di atas bintang terang gemerlapan,
akan menyingsinglah fajar cerah.
Di sana kabullah yang kaurindukan,
akan terobat hatimu lelah,
akan terobat hatimu lelah

2

Di atas bintang teranglah semuanya,
kar’na gelap akan hilang lenyap.
Kemuliaan Tuhanmu ‘kan nyata,
pengasihanNya disana genap,
pengasihanNya disana genap

3

Di atas bintang malaikat menanti,
dan melambaikan daun palma segar
mengelukan seraya menyanyi
mazmur pujian gembira, gemar,
mazmur pujian gembira, gemar.

Syair: Boven de sterren, Franz Wilhem Abt (1819-1885), terj. E.L. Pohan Shn (1917-1993)
Lagu: Franz Wilhem Abt (1819-1885)

Tonton YouTube-nya:
DI ATAS BINTANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 299 - DI ATAS BINTANG


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI" mengabaikan kunci pengurutan baku "DI ATAS BINTANG" sebelumnya.

⇦ KK 299 KK 301 ⇨

KK300: HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI

do=g 4/4 MM ± 100

1

Hai, dengar nyanyian suci di pesisir laut Kristal:
Haleluya, Haleluya, puji Allah yang kekal!
Tak terbilang yang bernyanyi, bagai bintang banyaknya,
berpakaian jubah putih, palma dalam tangannya.

2

Kaum leluhur, nabi, raja, yang menanti Almasih,
rasul, martir dan penginjil yang bersaksi, berjerih,
para pendahulu kita yang berdoa tak lelah,
kini mengagungkan Tuhan, bersyukur kepada-Nya.

3

Waktu usai kesusahan, dibersihkan jubahnya
dalam darah Anak Domba, Penebus yang mulia;
dari siksa dan penjara, penghinaan dan pedang,
atas Iblis pun mereka dalam Kristus t’lah menang.

4

Berpegangkan panji salib laskar jaya dan megah
ikut Dikau, Jurus’lamat, Raja dan Panglimanya,
ikut Dikau menderita, riang dan tetap teguh,
ikut Dikau dalam maut, ikut dalam hidup-Mu.

5

Kini mulia mereka, kini jalannya cerah
kini diberi padanya, air hidup yang baka;
kasih karunia abadi, kebenaran yang teguh
dalam sinar Sang Tritunggal dinikmatinya penuh.

6

Putra Tunggal Tuhan Allah, Cah’ya dari T’rang kekal,
Pemersatu kawanan-Mu, Tubuh-Mu, Imanuel,
o, curahkan pada kami kepenuhan-Mu terus,
hingga kami muliakan Bapa, Putra, Roh Kudus.

Syair: Hark! The Sound of Holy Voices, Christopher Wordsworth, 1862, terj. H.A. Pandopo, 1984
Lagu: Tradisional Belanda, 1700

Tonton YouTube-nya:
HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 300 - HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI MUSAFIR, MAU KE MANA" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI" sebelumnya.

⇦ KK 300 KK 302 ⇨

KK301: HAI MUSAFIR, MAU KE MANA

do=c 3/4 MM ± 84

1

Hai musafir, mau ke mana kauarahkan langkahmu?
Kami ikut titah Raja dan berjalan tak lesu:
lewat gunung dan dataran arah kami ke istana,
arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.

2

Apa kamu dapat tahan dalam badai yang seru?
Tangan Tuhan yang menuntun: hati kami pun teguh.
Apa pun yang di hadapi, Yesuslah membimbing kami,
Yesuslah membimbing kami ke kotaNya yang kudus.
Yesuslah membimbing kami ke kotaNya yang kudus.

3

Di neg’ri yang kamu tuju apakah harapanmu?
Jubah putih dan mahkota pemberian Penebus,
Minum air kehidupan dan kekal bersama Tuhan,
dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.
Dan kekal bersama Tuhan di neg’riNya yang kudus.

4

Apa kami boleh ikut ke neg’ri tujuanmu?
Tentu saja, ayo mari, mari ikutlah terus!
Mari ikut sungguh sungguh: oleh Yesus ‘kau ditunggu,
oleh Yesus ‘kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Oleh Yesus ‘kau ditunggu di kotaNya yang kudus.

Syair: Whither, Pilgrims, Are You Going?, Anonim, 1800, terj. Yamuger, 1984
Lagu: William Batchelder Bradbury (1816-1863)

Tonton YouTube-nya:
HAI MUSAFIR, MAU KE MANA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 301 - HAI MUSAFIR, MAU KE MANA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "‘KU INI ADALAH MUSAFIR" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI MUSAFIR, MAU KE MANA" sebelumnya.

⇦ KK 301 KK 303 ⇨

KK302: ‘KU INI ADALAH MUSAFIR

la=e 3/4 MM ± 66

1

‘Ku ini adalah musafir
yang di buana berlelah.
Di negeri yang aku tuju
tiada duka dan kesah.
Di sana akan kujumpai
taulanku yang dulu pergi.

Reff:

‘Ku seb’rangilah sungai Yordan,
ke neg’riku yang berseri.

2

Awan gelap menyelubungku,
jalan berduri dan terjal.
Namun kulihat di depanku
neg’riku indah dan kekal.
Di sana tiada air mata,
tiada orang bersedih.

3

Akan ku puji nama Yesus
yang memanduku di gelap.
Bersama handai menyanyikan
puji-pujian menggegap.
‘Kan ‘ku kenakanlah mahkota
yang oleh Tuhan diberi.

Syair: The Wayfaring Stranger, Spiritual Amerika, terj. E.L. Pohan Shn, 1966
Lagu: Spiritual Amerika

Tonton YouTube-nya:
‘KU INI ADALAH MUSAFIR


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 302 - ‘KU INI ADALAH MUSAFIR

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "TUHAN ‘KAN MENGHAPUS AIR MATA" mengabaikan kunci pengurutan baku "‘KU INI ADALAH MUSAFIR" sebelumnya.

⇦ KK 302 KK 304 ⇨

KK303: TUHAN ‘KAN MENGHAPUS AIR MATA

do=d 4/4 MM ± 72

1

Tuhan ‘kan menghapus air mata.
Maut tidak akan nada lagi,
tidak akan ada lagi perkabungan,
dukacita, ratap tangis tiada lagi.

2

S’galanya yang lama t’lah berlalu.
Lapar dan dahaga tiada lagi,
panas matahari tak menimpa lagi,
Anak Domba Allah yang menuntun ke surga.

Syair: J.T. Silangit, 2009, berdasarkan Wahyu 7:16; 21:4b
Lagu: J.T. Silangit, 2009

Tonton YouTube-nya:
TUHAN ‘KAN MENGHAPUS AIR MATA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 303 - TUHAN ‘KAN MENGHAPUS AIR MATA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "YANG T’LAH MENANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "TUHAN ‘KAN MENGHAPUS AIR MATA" sebelumnya.

⇦ KK 303 KK 305 ⇨

KK304: YANG T’LAH MENANG

do=d 3/4 MM ± 92

1

Yang t’lah menang disambut di Firdaus
dan makan buah pohon Alhayat,
tak lagi ingat duka atau maut:
Kristus yang hidup Tuhannya tetap.
Ia alami nikmat surgawi
dan merasai kasih kekal,
dan merasai kasih kekal.

2

Yang t’lah menang kelak mendapat juga
roti surgawi, jadi pangannya;
kesaksiannya tak pernah terlupa
dan nama baru diterimanya,
yang diukirkan diatas intan
tanda jaminan Sang Penebus,
tanda jaminan Sang Penebus.

3

Yang t’lah menang tak akan mengalami
maut kedua di gelap ngeri,
tapi melihat Bapa Mahakasih,
ikut ber-Haleluya tak henti.
Habis bertahan di perjuangan
ia bawakan kurban syukur,
ia bawakan kurban syukur.

4

Yang t’lah menang namanya ‘kan tertulis
di kitab kehidupan yang baka:
Ia pun tampil dalam jubah putih,
mengaku: “‘Kau Tuhanku s’lamanya!”
Dan dari Dia ia terima
tajuk mulia s’lamat kudus,
tajuk mulia s’lamat kudus.

5

Yang t’lah menang menjadi sokoguru
di rumah Allah s’lama-lamanya.
Padanya dituliskan nama baru,
nama Yerusalem dan Allahnya:
nama surgawi yang ia raih,
tanda abadi di dahinya,
tanda abadi di dahinya.

6

Yang t’lah menang dib’ri tempat di surga,
takhta yang pantas jadi miliknya,
habis berjuang di gelanggang dunia,
disisi Allah ia jayalah!
Yang t’lah berjaga dalam percaya
dib’ri sejahtera habis perang,
dib’ri sejahtera habis perang.

7

Ya Yesus, tolong! B’rilah kemenangan!
Lihat betapa banyak musuhku:
Iblis dan dosaku terus mengancam,
aku perlu pertolongan-Mu!
Nanti, ya Tuhan, di dalam surga
aku serukan puji syukur,
aku serukan puji syukur!

Syair: Wer urbenwindet,soll vom Holz geniessen, Philipp Balthasar Sinold, 1704, terj. Yamuger, 1984, berdasarkan Wahyu 2 dan 3
Lagu: Wilhelm Amandus Auberlen, 1863

Tonton YouTube-nya:
YANG T’LAH MENANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 304 - YANG T’LAH MENANG