Kidung Keesaan/Natal: Perbedaan antara revisi

Dari Kidung
Kidung Keesaan/Natal
 
Kidung Keesaan/Natal
 
Baris 1: Baris 1:
{{:Kidung Keesaan/Daftar Isi/Tabel}}
{{:Kidung Keesaan/Daftar Isi/Tabel}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 160 - ANAK YANG DIJANJI|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 160 - ANAK YANG DIJANJI|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 161 - ALAM RAYA BERKUMANDANG|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 161 - ALAM RAYA BERKUMANDANG|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 162 - ANAK MARIA DALAM PALUNGAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 162 - ANAK MARIA DALAM PALUNGAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 163 - BERNYANYILAH MERDU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 163 - BERNYANYILAH MERDU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 164 - BINTANG-BINTANG CEMERLANG|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 164 - BINTANG-BINTANG CEMERLANG|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 165 - DALAM KOTA RAJA DAUD|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 165 - DALAM KOTA RAJA DAUD|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 166a - DI DALAM PALUNGAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 166a - DI DALAM PALUNGAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 166b - DI DALAM PALUNGAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 166b - DI DALAM PALUNGAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 167 - DI BETLEHEM T’LAH LAHIR|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 167 - DI BETLEHEM T’LAH LAHIR|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 168 - DI MALAM SUNYI BERGEMA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 168 - DI MALAM SUNYI BERGEMA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 169 - DI PALUNGAN DIBARINGKAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 169 - DI PALUNGAN DIBARINGKAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 170 - DUNIA KEDINGINAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 170 - DUNIA KEDINGINAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 171 - GEMBALA YANG ADA DI PADANG|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 171 - GEMBALA YANG ADA DI PADANG|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 172 - GERANGAN BAYI APAKAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 172 - GERANGAN BAYI APAKAH|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 173 - GITA SURGA BERGEMA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 173 - GITA SURGA BERGEMA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 174 - HAI ANAK SEMUA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 174 - HAI ANAK SEMUA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 175 - HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 175 - HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 176 - HAI DUNIA, GEMBIRALAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 176 - HAI DUNIA, GEMBIRALAH|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 177 - HAI GEMBALA EFRATA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 177 - HAI GEMBALA EFRATA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 178 - HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 178 - HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 179 - HAI MARI, BERHIMPUN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 179 - HAI MARI, BERHIMPUN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 180 - HAI, SIARKAN DI GUNUNG|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 180 - HAI, SIARKAN DI GUNUNG|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 181 - HAI UMAT, PUJI ALLAHMU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 181 - HAI UMAT, PUJI ALLAHMU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 182 - JAUH DARI SURGA DATANGKU|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 182 - JAUH DARI SURGA DATANGKU|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 183 - KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 183 - KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 184 - ‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 184 - ‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 185 - LAHIR KRISTUS DI DUNIA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 185 - LAHIR KRISTUS DI DUNIA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 186 - MALAM KUDUS|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 186 - MALAM KUDUS|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 187 - MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 187 - MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 188 - MARI, LIHATLAH SEMUA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 188 - MARI, LIHATLAH SEMUA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 189 - MULIAKANLAH|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 189 - MULIAKANLAH|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 190 - BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 190 - BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 191 - PADA HARI NATAL|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 191 - PADA HARI NATAL|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 192 - SIAPA GERANGAN SANG RAJA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 192 - SIAPA GERANGAN SANG RAJA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 193 - S’LAMAT, S’LAMAT DATANG|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 193 - S’LAMAT, S’LAMAT DATANG|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 194 - SUNGGUH MULIA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 194 - SUNGGUH MULIA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 195 - T’LAH TURUN KE DUNIA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 195 - T’LAH TURUN KE DUNIA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 196 - WAKTU MALAM YANG SEPI|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 196 - WAKTU MALAM YANG SEPI|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 197 - YA ANAK KECIL|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 197 - YA ANAK KECIL|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 198 - YANG DIPUJI KAUM GEMBALA|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 198 - YANG DIPUJI KAUM GEMBALA|{{{1|KK}}}}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 199 - TIAP TAHUN KEMBALI|{{{1|KK}}
{{:Kidung Keesaan (KK) 199 - TIAP TAHUN KEMBALI|{{{1|KK}}}}}
{{top}}
{{top}}

Revisi terkini sejak 15 April 2026 07.55

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 159 KK 161 ⇨

KK160: ANAK YANG DIJANJI

do=a 4/4 MM ± 108

1

Anak yang dijanji, Anak yang ditunggu,
lahir di Betlehem.
Nama-Nya Yesus, nama-Nya Yesus.
Mari menyembah-Nya.

Reff:

Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.
Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.

2

Raja yang perkasa, yang membawa damai,
datang di dunia.
Nama-Nya Yesus, nama-Nya Yesus.
Mari menyembah-Nya.

Syair: Nande Rohani Bangun, 1978
Lagu: Nande Rohani Bangun, 1978

Tonton YouTube-nya:
ANAK YANG DIJANJI


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 160 - ANAK YANG DIJANJI

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "ALAM RAYA BERKUMANDANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "ANAK YANG DIJANJI" sebelumnya.

⇦ KK 160 KK 162 ⇨

KK161: ALAM RAYA BERKUMANDANG

do=g 4/4 MM ± 112

1

Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;
dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema:
Gloria, in excelsis Deo!
Gloria, in excelsis Deo!

2

Hai gembala, kar’na apa sambutan ini menggegar?
Bagi Maharaja siapa sorak surgawi terdengar?
Gloria, in excelsis Deo!
Gloria, in excelsis Deo!

3

Sudah lahir Jurus’lamat, itu berita lagunya.
Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan pada-Nya.
Gloria, in excelsis Deo!
Gloria, in excelsis Deo!

4

Ikutilah, hai gembala, nyanyian surga yang merdu;
mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu!
Gloria, in excelsis Deo!
Gloria, in excelsis Deo!

5

Mari, kita pun ke sana untuk melihat Putera.
Mari, kita persembahkan suara dan hati pada-Nya!
Gloria, in excelsis Deo!
Gloria, in excelsis Deo!

Syair: Les anges dans nos compagnes, Nyanyian Natal Prancis, 1700, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Lagu Natal Prancis, 1700

Tonton YouTube-nya:
ALAM RAYA BERKUMANDANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 161 - ALAM RAYA BERKUMANDANG


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "ANAK MARIA DALAM PALUNGAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "ALAM RAYA BERKUMANDANG" sebelumnya.

⇦ KK 161 KK 163 ⇨

KK162: ANAK MARIA DALAM PALUNGAN

do=c 9/8 MM ± 54

1

Anak Maria dalam palungan,
miskin dan hina, namun besar,
rela sengsara bagi manusia;
dihapuskan-Nya dosa cemar.

2

Hidup-Nya suci waktu di dunia,
hati-Nya murni dan merendah;
kini mulia Penebus kita:
musuh-Nya tunduk selamanya.

3

Sabda nubuat: Ia Mesias;
para malaikat memuji-Nya:
layaklah Ia dimuliakan;
kita milik-Nya, bahagia.

Syair: Child in the Manger, Mary McDonald (1817-1890), terj. Yamuger, 1981
Lagu: Inggris (Gaelic)

Tonton YouTube-nya:
ANAK MARIA DALAM PALUNGAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 162 - ANAK MARIA DALAM PALUNGAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BERNYANYILAH MERDU" mengabaikan kunci pengurutan baku "ANAK MARIA DALAM PALUNGAN" sebelumnya.

⇦ KK 162 KK 164 ⇨

KK163: BERNYANYILAH MERDU

do=g 6/8 MM ± 52

1

Bernyanyilah merdu, lambungkanlah syukur!
Jurus’lamat dunia dan Surya hidupmu
terbaring di palungan di malam yang kudus:
Yesus, Penebus, Yesus, Penebus.

2

O Bayi yang lemah, hatiku hiburlah;
b’rikanlah berkat-Mu, curahkan karunia
dan bimbinglah jalanku di dalam dunia.
Raja mulia, Raja mulia.

3

Pada-Mu yang lembut ‘ku datang bertelut.
‘Kau menanggung dosa seluruh umat-Mu
dan Kauberi sentosa mengganti kemelut.
‘Ku sembah sujud, ‘ku sembah sujud.

4

Di surga bergema nyanyian Gloria:
segenap malaikat memuji Tuhannya.
Sejahtera dan s’lamat mengisi dunia
s’lama-lamanya, s’lama-lamanya.

Syair: In ndulci jubilo/Good Christian men, rejoice, Nyanyian Natal, 1300/Latin, 1400, terj. H.A. Pandopo, 1978
Lagu: Jerman, 1300

Tonton YouTube-nya:
BERNYANYILAH MERDU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 163 - BERNYANYILAH MERDU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BINTANG-BINTANG CEMERLANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "BERNYANYILAH MERDU" sebelumnya.

⇦ KK 163 KK 165 ⇨

KK164: BINTANG-BINTANG CEMERLANG

do=f 4/4 MM ± 80

1

Bintang-bintang cemerlang pada langit yang cerah,
menyinari, menghiburi domba dan gembalanya.
Malam nyaman dan senyap, kini berseri.
Kidung manis menggema: “Damailah di dunia!”

2

Mari kita bergegas menyembah Sang Penebus,
yang t’lah lama dinantikan, janji Tuhan t’lah genap.
Raja Damai nan Ajaib, Bapa Abadi,
Taruk dari Batang Daud, Penebusmu dari maut.

Syair: Moon and Stars on Christmas Eve, Frank Wilson Price, 1934, terj. E.L. Pohan Shn, 1965
Lagu: Bliss Wiant, 1934

Tonton YouTube-nya:
BINTANG-BINTANG CEMERLANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 164 - BINTANG-BINTANG CEMERLANG


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DALAM KOTA RAJA DAUD" mengabaikan kunci pengurutan baku "BINTANG-BINTANG CEMERLANG" sebelumnya.

⇦ KK 164 KK 166a ⇨

KK165: DALAM KOTA RAJA DAUD

do=g 4/4 MM ± 80

1

Dalam kota Raja Daud
ada kandang yang rendah.
Di palungan dibaringkan
Bayi mungil yang lemah.
Yesus Kristus nama-Nya
dan Maria bunda-Nya.

2

Ia turun dari surga,
Tuhan alam semesta.
Dan palungan dalam kandang
tempat tidur bagi-Nya.
Ia hidup beserta
orang hina dan rendah.

3

Waktu Ia kanak-kanak,
Ia patuh dan benar;
menghormati orang tua
Ia tumbuh dan besar.
Anak-anak, marilah
mengikuti contoh-Nya!

4

Tak berbeda dari kita,
dari aku dan engkau,
tawa riang dan tangisan
semuanya Ia tahu.
Suka-duka dunia
dirasakan oleh-Nya.

5

Nanti kita pun melihat
Anak ini yang lemah
jadi Jurus’lamat kita,
Raja surga mulia.
Kita pun dipimpin-Nya
masuk surga s’lamanya.

6

Bukan dalam kandang hina
kita lihat kuasa-Nya,
tapi k’lak di dalam surga
dengan Allah, Bapa-Nya.
Nanti kita menyembah
di keliling takhta-Nya.

Syair: Once in Royal David’s City, Cecil Frances Alexander, 1848, terj. Yamuger, 1977
Lagu: Hanry John Gauntlett, 1849

Tonton YouTube-nya:
DALAM KOTA RAJA DAUD


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 165 - DALAM KOTA RAJA DAUD


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DI DALAM PALUNGAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "DALAM KOTA RAJA DAUD" sebelumnya.

⇦ KK 165 KK 166b ⇨

KK166a: DI DALAM PALUNGAN

do=f 3/4 MM ± 84

1

Di dalam palungan, tiada yang lain,
terbaringlah Yesus berbalutkan kain.
Bintang-Nya di langit mengkilap terang
dan Yesus tertidur lelap dan tenang.

2

Ternak bersuara membangunkan-Nya,
tetapi Sang Bayi tiada resah.
Ya Yesus, sekarang hatiku tent’ram,
Engkaulah Temanku di malam kelam.

3

Ya Yesus, Tuhanku, dengar doaku:
tetaplah sertaku dengan kasih-Mu.
Semua anak-Mu berilah berkat
dan hidup serta-Mu di surga kelak.

Syair: Away in a Manger, William James Kirkpatrick, 1895, terj. Yamuger, 1980
Lagu: William James Kirkpatrick, 1895

Tonton YouTube-nya:
DI DALAM PALUNGAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 166a - DI DALAM PALUNGAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan


⇦ KK 166a KK 167 ⇨

KK166b: DI DALAM PALUNGAN

do=f 3/4 MM ± 104

1

Di dalam palungan, tiada yang lain,
terbaringlah Yesus berbalutkan kain.
Bintang-Nya di langit mengkilap terang
dan Yesus tertidur lelap dan tenang.

2

Ternak bersuara membangunkan-Nya,
tetapi Sang Bayi tiada resah.
Ya Yesus, sekarang hatiku tent’ram,
Engkaulah Temanku di malam kelam.

3

Ya Yesus, Tuhanku, dengar doaku:
tetaplah sertaku dengan kasih-Mu.
Semua anak-Mu berilah berkat
dan hidup serta-Mu di surga kelak.

Syair: Away in a Manger, William James Kirkpatrick, 1895, terj. Yamuger, 1980
Lagu: James Ramsay Murray (1841-1905)

Tonton YouTube-nya:
DI DALAM PALUNGAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 166b - DI DALAM PALUNGAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DI BETLEHEM T’LAH LAHIR" mengabaikan kunci pengurutan baku "DI DALAM PALUNGAN" sebelumnya.

⇦ KK 166b KK 168 ⇨

KK167: DI BETLEHEM T’LAH LAHIR

do=g 4/4 MM ± 104

1

Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera.
Semoga ‘ku menjadi abadi milik-Nya,
sungguh, sungguh, abadi milik-Nya.

2

Hatiku kubenamkan di dalam kasih-Nya;
pada-Nya kuserahkan diriku s’lamanya,
sungguh, sungguh, diriku s’lamanya.

3

Ya Yesus, ‘Kau kucinta sepanjang hidupku;
bagiku makin indah cahaya kasih-Mu,
sungguh, sungguh, cahaya kasih-Mu.

4

Tandanya kuaminkan jaminan janji-Mu:
pada-Mu kutitipkan seluruh hatiku,
sungguh, sungguh, seluruh hatiku.

Syair: Zu Bethlehem geboren, Friedrich von Spee, 1637, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Prancis, 1599/Jerman, 1638

Tonton YouTube-nya:
DI BETLEHEM T’LAH LAHIR


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 167 - DI BETLEHEM T’LAH LAHIR


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DI MALAM SUNYI BERGEMA" mengabaikan kunci pengurutan baku "DI BETLEHEM T’LAH LAHIR" sebelumnya.

⇦ KK 167 KK 169 ⇨

KK168: DI MALAM SUNYI BERGEMA

do=bes 6/8 MM ± 48

1

Di malam sunyi bergema nyanyian mulia.
Malaikat turun mendekat dengan beritanya,
“Sejaht’ra bagi dunia, t’lah datang Penebus.”
Heninglah bumi mendengar nyanyian yang kudus.

2

Tetap malaikat menembus angkasa yang gelap,
membawa kidung damai-Nya di bumi yang penat;
sayapnya dikembangkannya di atas yang sendu;
di kancah dosa terdengar nyanyian yang kudus.

3

Tetapi dosa pun tetap melanda dunia,
menyangkal kidung Kabar Baik sekian lamanya.
Hai insan, buka hatimu, mengapa rusuh t’rus?
Diamkan gaduh dan dengar nyanyian yang kudus.

4

Hai, kamu yang menanggung b’rat, yang hidup tertekan,
mendaki, susah jalanmu, langkahmu pun pelan,
hai lihat, hari jadi t’rang, bebanmu ditebus.
Tabahkan hati dan dengar nyanyian yang kudus.

5

T’lah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi:
‘Kan datang zaman mulia, indahnya tak terp’ri.
Seluruh dunia ‘kan penuh sejaht’ra Penebus
serta mengulang menggema nyanyian yang kudus.

Syair: It Came upon a Midnight Clear, Edmund Hamilton Sears, 1849, terj. Yamuger, 1978
Lagu: Richard Storrs Willis, 1850

Tonton YouTube-nya:
DI MALAM SUNYI BERGEMA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 168 - DI MALAM SUNYI BERGEMA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DI PALUNGAN DIBARINGKAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "DI MALAM SUNYI BERGEMA" sebelumnya.

⇦ KK 168 KK 170 ⇨

KK169: DI PALUNGAN DIBARINGKAN

do=f 2/4 MM ± 96

1

Di palungan dibaringkan Putra Allah yang kudus;
tidur-Nya di kandang hewan, kandang domba dan lembu.
Berbahagia gembala mendengar beritanya,
segera pergi ke sana dan pada-Nya menyembah.

2

Berbahagia semua yang mendapat kabarnya,
apalagi yang menyambut Dia dalam hatinya.
Anak suci, Jurus’lamat, kandang hewan rumah-Mu,
Sudilah, ya Yesus, turun juga dalam hatiku.

3

Hatiku Engkau dapati bagai kandang tak bersih;
maukah Tuhan mendiami hati hina dan keji?
Tuhan Yesus mari masuk, buat Natal bagiku,
hatiku jadikan surga oleh kehadiran-Mu.

4

Dan kepada tiap orang yang hatinya membeku,
kar’na tidak menghayati arti kelahiran-Mu,
b’rilah, Tuhan, dari surga sukacita yang kudus,
agar ikut merayakan Hari Lahir Penebus!

Syair: Cradled in a Manger Meanly, George Stringer Rowe (1830-1913), terj. Yamuger, 1981
Lagu: Plymouth Collection, 1855

Tonton YouTube-nya:
DI PALUNGAN DIBARINGKAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 169 - DI PALUNGAN DIBARINGKAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "DUNIA KEDINGINAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "DI PALUNGAN DIBARINGKAN" sebelumnya.

⇦ KK 169 KK 171 ⇨

KK170: DUNIA KEDINGINAN

do=f 4/4 MM ± 88

1

Dunia kedinginan, kaku membeku:
damai yang sejati tiada bertemu.
Wabah kekerasan, siksa tirani
sampai masa kini tidak berhenti.

2

Tapi Firman Allah tak terbelenggu:
Kasih mencairkan hati yang beku.
Dalam dunia dingin kandang cukuplah
untuk mengenali Khalik semesta.

3

Segenap malaikat memuliakan-Nya
dan gembala miskin sujud menyembah;
Yusuf dan Maria saleh bersyukur;
pemberian Majus: mas, menyan dan mur.

4

Kuberikan apa, Yesus, bagi-Mu?
Andai ‘ku gembala, kub’ri dombaku;
Andai ‘ku Majusi: mas, menyan dan mur.
Kuberikan apa? Hati bersyukur!

Syair: In the Bleak Midwinter, Christina Georgina Rossetti, 1872, terj. H.A. Pandopo, 1981 (bait ke-1-3), Yamuger, 1981 (bait ke-4)
Lagu: Gustav Theodore Holst (1874-1934)

Tonton YouTube-nya:
DUNIA KEDINGINAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 170 - DUNIA KEDINGINAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "GEMBALA YANG ADA DI PADANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "DUNIA KEDINGINAN" sebelumnya.

⇦ KK 170 KK 172 ⇨

KK171: GEMBALA YANG ADA DI PADANG

do=g 6/8 MM ± 52

1

Gembala yang ada di padang
menjaga kawanan ternak,
dombanya terlena dan aman,
jumlahnya terhitung lengkap.
T’rus datang malaikat bernyanyi
membawa berita besar.
Gembala pergi menjumpai
di Betlehem T’rang Benar!

2

Setiba mereka di sana
melihat Sang Bayi lembut,
terharu mereka bersama
berdoa dengan bertelut.
T’rang kudus bersinar di kandang
dan hati menjadi cerah,
tatkala mereka memandang
Penolong manusia.

3

Ya Anak yang rela terbaring
di kandang yang amat rendah,
supaya pada-Mu berpaling,
tobatkanlah kami seg’ra.
‘Kau datang menanamkan kasih,
pengganti dengki dan perang;
kuasa gelap Kauatasi,
kasih-Mu kekal menang!

Syair: Der herdertjes lagen bij nachte, Nyanyian Natal Belanda, 1700/1852, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Belanda, 1700/1852

Tonton YouTube-nya:
GEMBALA YANG ADA DI PADANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 171 - GEMBALA YANG ADA DI PADANG


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "GERANGAN BAYI APAKAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "GEMBALA YANG ADA DI PADANG" sebelumnya.

⇦ KK 171 KK 173 ⇨

KK172: GERANGAN BAYI APAKAH

la=e 6/8 MM ± 44

1

Gerangan bayi apakah
yang di pangkuan Maryam?
Kelahiran-Nya didengar
gembala yang bermalam.

Reff:

Inilah Rajamu
yang oleh malak dielu.
Mari seg’ra pergi
melihat Mukhalis-Mu!

2

Mengapa Dia terletak
di palung amat hina?
Sang Kalam sudah menjelma
hendak menolong kita.

3

Bawakan mas, mur dan menyan
sebagai persembahan;
akuilah Dia Rajamu
yang b’ri ‘kau kelepasan.

Syair: What Child Is This, William Chatterton Dix, 1865, terj. E.L. Pohan Shn, 1974
Lagu: Tradisional Inggris, 1500/1600

Tonton YouTube-nya:
GERANGAN BAYI APAKAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 172 - GERANGAN BAYI APAKAH

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "GITA SURGA BERGEMA" mengabaikan kunci pengurutan baku "GERANGAN BAYI APAKAH" sebelumnya.

⇦ KK 172 KK 174 ⇨

KK173: GITA SURGA BERGEMA

do=g 4/4 MM ± 96

1

Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
permaklumkan Kabar Baik: Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!”

2

Yang di surga disembah, Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bunda-Nya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!”

3

Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia di naungan sayap-Nya,
tak memandang diri-Nya, bahkan maut dit’rima-Nya,
lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita surga bergema, “Lahir Raja mulia!”

Syair: Hark! The Herald Angels Sing, Charles Wesley, 1739, terj. Yamuger, 1977
Lagu: Felix Mendelssohn-Bartholdy, 1840, disesuaikan oleh William Hayman Cummings, 1856

Tonton YouTube-nya:
GITA SURGA BERGEMA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 173 - GITA SURGA BERGEMA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI ANAK SEMUA" mengabaikan kunci pengurutan baku "GITA SURGA BERGEMA" sebelumnya.

⇦ KK 173 KK 175 ⇨

KK174: HAI ANAK SEMUA

do=e 2/4 MM ± 88

1

Hai anak semua, cepat marilah!
Masukilah kandang yang amat rendah
dan lihatlah Bayi yang tidur nyenyak,
tergolek di dalam palungan ternak.

2

O, lihatlah Dia bersinar terang,
lembut bercahaya di malam kelam,
meski dalam lampin, lebih mulia
dibandingkan malaikat di surga cerah.

3

Terbaringlah Ia di rumput kering;
Maria dan Yusuf tenang dan hening
dan para gembala sujud menyembah,
malaikat di atas memuliakan-Nya.

4

Sekarang pun kita hendak bertelut
di muka palungan Sang Bayi lembut;
marilah semua bernyanyi senang
bersama malaikat yang putih terang.

5

Dan kita berdoa: ya Yesus kudus,
kesalahan kami hendak Kautebus;
‘Kau lahir di kandang yang hina rendah
dan rela menanggung salib Golgota.

6

Terimalah hati yang kami beri,
dan buatlah kami pun suci bersih,
supaya beroleh sentosa penuh,
bersatu abadi dengan diri-Mu!

Syair: Ihr Kinderlein, kommet, Christoph von Schmidt, 1811, terj. H.A. Pandopo, 1977/1981
Lagu: Johann Abraham Peter Schulz, 1794

Tonton YouTube-nya:
HAI ANAK SEMUA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 174 - HAI ANAK SEMUA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI ANAK SEMUA" sebelumnya.

⇦ KK 174 KK 176 ⇨

KK175: HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT

do=c 6/8 MM ± 40

1

Hai, dengar tembang malaikat
bergema di Efrata:
“Bagi Allah kemuliaan
di takhta-Nya yang megah!”

Reff:

Damai surga diberi-Nya
di antara manusia
yang sedia menerima
Yesus Kristus, Penebus!

2

Yesus datang dalam dunia
bagai anak yang kecil,
tapi sungguh, Anak itu
adalah Imanuel!

3

Peraduan-Nya palungan,
bahkan salib takhta-Nya;
Yesus rela menderita
agar kita s’lamatlah.

4

Di palungan dan salib-Nya
kita sujud menyembah
dan percaya bahwa Dia
Jurus’lamat dunia.

Syair: Heerlijk klonk het lied der englen, Johannes Corstianus de Puy (1835-1924), terj. Yamuger, 1982 (bait ke-2 menurut nyanyian Dua Sahabat Lama karya C.Ch.J. Schröder dan Isaak Tupamahu)
Lagu: Sekolah Minggu Inggris

Tonton YouTube-nya:
HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 175 - HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI DUNIA, GEMBIRALAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI, DENGAR TEMBANG MALAIKAT" sebelumnya.

⇦ KK 175 KK 177 ⇨

KK176: HAI DUNIA, GEMBIRALAH

do=d 2/4 MM ± 92

1

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!
Di hatimu terimalah!
Bersama bersyukur, bersama bersyukur,
bersama-sama bersyukur!

2

Hai dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!
Hai bumi, laut, gunung, lembah,
bersoraklah terus, bersoraklah terus,
bersoraklah-soraklah terus!

3

Janganlah dosa menetap di ladang dunia.
Sejahtera penuh berkat
Berlimpah s’lamanya, berlimpah s’lamanya,
berlimpah-limpah s’lamanya.

4

Dialah Raja semesta, benar dan mulia.
Masyhurkanlah, hai dunia,
besar anug’rah-Nya, besar anug’rah-Nya,
besar, besar anug’rah-Nya.

Syair: Joy to the World, Isaac Watts, 1719, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Lowell Mason (1792-1872), pada tema Georg Friedrich Händel, 1742

Tonton YouTube-nya:
HAI DUNIA, GEMBIRALAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 176 - HAI DUNIA, GEMBIRALAH


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI GEMBALA EFRATA" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI DUNIA, GEMBIRALAH" sebelumnya.

⇦ KK 176 KK 178 ⇨

KK177: HAI GEMBALA EFRATA

do=es 6/8 MM ± 52

1

Hai gembala Efrata,
mari bangun, tengoklah!
Suara malak dari surga
berkumandang di udara:
Gloria, Gloria!
Kidung yang belum pernah
terdengar di dunia
bawa kabar yang senang
dari langit yang cerlang.

2

Betlehem di Efrata,
baik di sana carilah
Anak dalam kain bedungan
yang berbaring di palungan:
Gloria, Gloria!
Kanak-kanak itulah
Tuhan seg’nap dunia.
Bangun, carilah terus
Putra itu yang kudus.

3

Persembahan apakah
kamu b’ri kepada-Nya?
Hati rendah dipilih-Nya
daripada harta dunia:
Gloria, Gloria!
Mari mengabarkanlah
sampai ujung dunia
kelahiran Putera,
Jurus’lamat dunia.

Syair: Herders, hoe ontwaakt gij niet?, Anonim, terj. I.S. Kijne, 1946, revisi Yamuger, 1998
Lagu: Lagu Natal Belanda, 1700

Tonton YouTube-nya:
HAI GEMBALA EFRATA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 177 - HAI GEMBALA EFRATA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI GEMBALA EFRATA" sebelumnya.

⇦ KK 177 KK 179 ⇨

KK178: HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM

do=g 4/4 MM ± 100

1

Hai kota mungil Betlehem, betapa ‘kau senyap;
bintang di langit cemerlang melihat ‘kau lelap.
Namun di lorong g’lapmu bersinar T’rang baka:
harapanmu dan doamu kini terkabullah.

2

Sebab bagimu lahir Mesias, Tuhanmu;
malaikatlah penjaga-Nya di malam yang teduh.
Hai bintang-bintang fajar, b’ritakan Kabar Baik:
Sejahtera di dunia! Segala puji naik!

3

Tenang di malam sunyi t’rang surga berseri;
demikianlah karunia bagimu diberi.
Datang-Nya diam-diam di dunia bercela;
hati terbuka dan lembut ‘kan dimasuki-Nya.

4

Ya Yesus, Anak Betlehem, kunjungi kami pun;
sucikanlah, masukilah yang mau menyambut-Mu.
Telah kami dengarkan Berita mulia:
‘Kau beserta manusia kekal selamanya.

Syair: O Little Town of Bethlehem, Phillips Brooks, 1868, terj. Yamuger, 1978
Lagu: Lewis Henry Redner, 1868

Tonton YouTube-nya:
HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 178 - HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI MARI, BERHIMPUN" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI KOTA MUNGIL BETLEHEM" sebelumnya.

⇦ KK 178 KK 180 ⇨

KK179: HAI MARI, BERHIMPUN

do=g 4/4 MM ± 112

1

Hai mari, berhimpun dan bersukaria!
Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat Yang lahir, Raja bala surga!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

2

Terang yang ilahi, Allah yang sejati,
t’lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

3

Gembala dipanggil dari padang raya
menuju palungan-Nya yang rendah.
Kita pun turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

4

Melihat bintang-Nya, datang orang Majus
Menghantar emas, kemenyan dan mur.
Marilah kita persembahkan hati.
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

5

Cahaya abadi dari Allah Bapa
kentara berwujud di dunia:
Anak ilahi berbalutkan lampin.
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

6

Demi kita ini Ia sudah lahir.
Peluk Dia dalam iman teguh:
cinta kasih-Nya patut kita balas.
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

7

Hai para malaikat, angkatlah suaramu,
biduan surgawi, bernyanyilah!
Muliakan Allah, Bapa dalam surga!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

8

Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,
Ya Yesus, terpujilah nama-Mu!
Firman abadi yang menjadi daging!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

9

Ya Tuhan yang lahir pada hari ini,
Ya Yesus, terpujilah nama-Mu!
Firman abadi yang menjadi daging!
Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, Tuhanmu!

Syair: Adeste fideles/O Come All Ye Faithful, John Francis Wade, 1751, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: John Francis Wade, 1751

Tonton YouTube-nya:
HAI MARI, BERHIMPUN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 179 - HAI MARI, BERHIMPUN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI, SIARKAN DI GUNUNG" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI MARI, BERHIMPUN" sebelumnya.

⇦ KK 179 KK 181 ⇨

KK180: HAI, SIARKAN DI GUNUNG

do=g 4/4 MM ± 120

1

Di waktu kaum gembala menjaga dombanya,
terpancar dari langit cahaya mulia.

Reff:

Hai, siarkan di gunung, di bukit dan di mana jua,
hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!

2

Gembala sangat takut ketika mendengar
nyanyian bala surga gempita menggegar.

3

Terbaring di palungan yang hina dan rendah,
Sang Bayi menyampaikan selamat dunia.

Syair: Go Tell it on the Mountain, Negro Spiritual, 1800, terj. Yamuger, 1981
Lagu: John Francis Wade, 1751

Tonton YouTube-nya:
HAI, SIARKAN DI GUNUNG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 180 - HAI, SIARKAN DI GUNUNG

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "HAI UMAT, PUJI ALLAHMU" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI, SIARKAN DI GUNUNG" sebelumnya.

⇦ KK 180 KK 182 ⇨

KK181: HAI UMAT, PUJI ALLAHMU

do=f 4/4 MM ± 96

1

Hai umat, puji Allahmu
di takhta yang kudus,
dib’rikan-Nya kepadamu
Mesias Penebus,
Mesias Penebus.

2

Diutus oleh Bapa-Nya
Bayi Imanuel;
palungan hewan itulah
ranjang-Nya yang kecil,
ranjang-Nya yang kecil.

3

Yang Mahatinggi mulia
kosongkan diri-Nya
menjadi insan yang lemah
dan hamba terendah,
dan hamba terendah.

4

Mengapa Raja semesta
rendahkan diri-Nya?
Supaya kita yang rendah
diangkat oleh-Nya,
diangkat oleh-Nya.

5

Sang Raja turun takhta-Nya
agar hamba-Nya naik.
Pertukaran-Nya itulah
mukjizat terajaib,
mukjizat terajaib.

6

Gerbang firdaus dibuka-Nya
dan Kerub t’lah pergi.
Kepada Allah angkatlah
pujian tak henti,
pujian tak henti.

Syair: Lobt Gott, ihr Christen alle gleich, Nikolaus Herman, 1560, terj. H.A. Pandopo, 1998
Lagu: Abad pertengahan (bentuk asli), Nikolaus Herman, 1554

Tonton YouTube-nya:
HAI UMAT, PUJI ALLAHMU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 181 - HAI UMAT, PUJI ALLAHMU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "JAUH DARI SURGA DATANGKU" mengabaikan kunci pengurutan baku "HAI UMAT, PUJI ALLAHMU" sebelumnya.

⇦ KK 181 KK 183 ⇨

KK182: JAUH DARI SURGA DATANGKU

do=d 2/4 MM ± 88

1

Jauh dari surga datangku dengan berita bagimu,
begitu bagus dan megah: ‘ku ingin menyanyikannya!

2

Seorang Bayi lahirlah dari perawan Maria
dan Anak itu Kawanmu yang paling akrab dan teguh.

3

Dialah Yesus Penebus, Sang Jurus’lamat yang kudus,
Penolong orang yang lemah, Penghapus dosa dunia.

4

Ia membawa bagimu bahagia surga yang penuh,
supaya juga kaukenal rahasia hidup yang kekal.

5

Inilah tanda bagimu: di kandang kamu bertemu
Sang Bayi di palungan-Nya; Dialah Raja semesta.

6

Dengan gembala marilah ke kandang domba yang rendah,
melihat kasih karunia di dalam Putra mulia.

7

Dalam palungan lihatlah betapa manis tidur-Nya.
Siapa itu yang lembut? Itulah Yesus, Kawanku!

8

Selamat datang, Rajaku, yang turun dari takhta-Mu.
‘Kau masuk dunia cemar; betapa kasih-Mu besar!

9

Selamat datang, Rajaku, yang turun dari takhta-Mu.
‘Kau masuk dunia cemar; betapa kasih-Mu besar!

Syair: Vom Himmel hoch da komm uch her, Martin Luther, 1534, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Martin Luther, 1534

Tonton YouTube-nya:
JAUH DARI SURGA DATANGKU


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 182 - JAUH DARI SURGA DATANGKU


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA" mengabaikan kunci pengurutan baku "JAUH DARI SURGA DATANGKU" sebelumnya.

⇦ KK 182 KK 184 ⇨

KK183: KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA

do=d 4/4 MM ± 112

1

Kandang domba itu rumah-Nya,
palungan hewan petiduran-Nya;
lahir dari Bunda Maria
Pangeran Mahamulia.

Reff:

Aku pun hendak ke Betlehem,
supaya ‘ku melihat-Nya
di tempat yang hina dan rendah,
Pangeran Mahamulia.

2

Bintang indah, hai tunjukkanlah
di mana Yesus dan palungan-Nya.
Hai gembala, bangun segera
menengok Jurus’lamatmu.

3

Hai malaikat, pujilah terus
kemuliaan Allah yang kudus.
Bayi itulah Sang Penebus
dan Jurus’lamat dunia.

4

Aku kaya oleh miskin-Mu,
selamat oleh hidup suci-Mu,
‘ku dibasuh oleh darah-Mu,
bahagia oleh salib-Mu.

Syair: See Him Lying on a Bed of Straw, Michael Arnold Perry, 1969, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Michael Arnold Perry, 1969

Tonton YouTube-nya:
KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 183 - KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA" mengabaikan kunci pengurutan baku "KANDANG DOMBA ITU RUMAHNYA" sebelumnya.

⇦ KK 183 KK 185 ⇨

KK184: ‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA

do=d 3/4 MM ± 126

1

‘Kau, Yesus, Raja Mahakaya,
‘Kau jadi miskin bagiku.
Takhta-Mulah palungan saja,
kandang rendah istana-Mu.
‘Kau, Yesus, Raja Mahakaya,
‘Kau jadi miskin bagiku.

2

‘Kau, Tuhan, Allah Mahamulia,
‘Kau jadi insan bagiku.
Yang Kautebus di dalam dunia
hidup kekal bersama-Mu.
‘Kau, Tuhan, Allah, Mahamulia,
‘Kau jadi insan bagiku.

3

‘Kau, Surya Kasih Mahatinggi,
‘Kau Jurus’lamat, kusembah.
Imanuel, hatiku ini
buatlah suci berserah.
‘Kau, Surya Kasih Mahatinggi,
‘Kau Jurus’lamat, kusembah.

Syair: Thou Who Wast Rich Beyond All Splendour, Frank Houghton, 1934, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Tradisional Prancis

Tonton YouTube-nya:
‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 184 - ‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "LAHIR KRISTUS DI DUNIA" mengabaikan kunci pengurutan baku "‘KAU, YESUS, RAJA MAHAKAYA" sebelumnya.

⇦ KK 184 KK 186 ⇨

KK185: LAHIR KRISTUS DI DUNIA

do=g 2/4 MM ± 60

1

Janji lama telah genap,
sabda nabi pada masa lampau;
janji lama telah genap:
Zaman baru cerah tetap!

Reff:

Lahir Kristus di dunia!
Bunyi-bunyian menyambut Dia.
Lahir Kristus di dunia!
Puji Tuhan, Haleluya!

2

Tercermin pada wajah-Nya
kasih karunia yang ilahi;
tercermin pada wajah-Nya
kemuliaan Bapa-Nya.

3

Kandang domba istana-Nya,
bahkan takhta-Nya palungan hewan;
kandang domba istana-Nya:
Ia pilih tempat rendah!

4

Yesus, Anak lemah lembut,
Raja segala tempat dan zaman;
Yesus, Anak lemah lembut,
Dikau kami sembah sujud.

Syair: Il est né, le divin Enfant, Nyanyian Natal Prancis, Dom Legeay, 1876, terj. H.A. Pandopo, 1978/1981
Lagu: Prancis/Jean-Romain Grosjean, 1862

Tonton YouTube-nya:
LAHIR KRISTUS DI DUNIA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 185 - LAHIR KRISTUS DI DUNIA

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MALAM KUDUS" mengabaikan kunci pengurutan baku "LAHIR KRISTUS DI DUNIA" sebelumnya.

⇦ KK 185 KK 187 ⇨

KK186: MALAM KUDUS

do=bes 6/4 MM ± 80

1

Malam kudus, sunyi senyap;
dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus,
ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang,
Anak tidur tenang.

2

Malam kudus, sunyi senyap;
Kabar Baik menggegap;
bala surga menyanyikannya,
kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom,
lahir Raja Syalom!”

3

Malam kudus, sunyi senyap.
Karunia dan berkat
tercermin bagi kami terus
di wajah-Mu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal,
cinta kasih kekal.

Syair: Stille Nacht, Joseph Mohr, 1818, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Franz Xaver Grüber, 1818

Tonton YouTube-nya:
MALAM KUDUS


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 186 - MALAM KUDUS


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "MALAM KUDUS" sebelumnya.

⇦ KK 186 KK 188 ⇨

KK187: MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH

do=f 3/4 MM ± 100

1

Mari, gembala, ke kandang rendah.
Marilah, lihatlah Bayi lemah.
Sungguh bagimu lahir di sini
Juruselamat dunia ini!
Percayalah!

2

Marilah kita bersama pergi
atas petunjuk yang sudah dib’ri:
masuk memandang Kristus di kandang
dan menyanyikan puji-pujian.
Haleluya!

3

Sungguh petunjuk malaikat benar:
Inilah Dia, Penghibur besar!
Yang menyampaikan t’rang perdamaian
bagi penghuni seluruh bumi
selamanya!

Syair: Nesem väm noviny/Kommet, ihr Hirten, ihr Männer und Graun, Nyanyian Natal Ceko-Slowakia (Bohemia), terj. H.A. Pandopo, 1978
Lagu: Ceko-Slowakia (Bohemia)

Tonton YouTube-nya:
MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 187 - MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MARI, LIHATLAH SEMUA" mengabaikan kunci pengurutan baku "MARI, GEMBALA, KE KANDANG RENDAH" sebelumnya.

⇦ KK 187 KK 189 ⇨

KK188: MARI, LIHATLAH SEMUA

do=g 4/4 MM ± 92

1

Mari, lihatlah semua
tanda kasih Allahmu;
lihatlah Harapan dunia
dalam Bayi yang kudus!
Firman, namun tanpa kata,
Tuan, namun tanpa hak,
Raja, namun tanpa takhta,
Nur di malam yang gelap.
Lihat Dia, Yang Mulia,
tidak diberi tempat.

2

Lihat Dia dalam lampin,
bersahaja dan lemah -
Yang menunggang sayap angin
dan di surga disembah.
Lihat Bayi ditidurkan,
tidak sadar harkat-Nya, -
Yang di surga diluhurkan:
Hikmat Allah yang baka!
Lihat Tuhan di palungan:
yang memangku semesta.

3

Bayi Yesus, ya Tuhanku
dalam rupa yang lemah,
b’rilah daku iktikad-Mu,
b’rilah hati yang rendah.
Buat aku asuhan-Mu,
suci oleh kurban-Mu,
bebas oleh tanggungan-Mu,
kaya oleh miskin-Mu.
Buat aku jadi baru,
hidup oleh mati-Mu!

Syair: Komt, verwonder u hier, mensen, Nyanyian Natal Belanda, 1800, terj. H.A. Pandopo, 1978/1981
Lagu: Tradisional Belanda

Tonton YouTube-nya:
MARI, LIHATLAH SEMUA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 188 - MARI, LIHATLAH SEMUA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "MULIAKANLAH" mengabaikan kunci pengurutan baku "MARI, LIHATLAH SEMUA" sebelumnya.

⇦ KK 188 KK 190 ⇨

KK189: MULIAKANLAH

do=d 4/4 MM ± 104

1

Muliakanlah, muliakanlah
Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi
bagi orang kesayangan-Nya.
Muliakanlah Tuhan Allah!
Muliakanlah Tuhan Allah!
Damai sejaht’ra turun ke bumi;
damai sejaht’ra turun ke bumi
bagi orang, bagi orang kesayangan-Nya,
bagi orang, bagi orang kesayangan-Nya.
Muliakanlah, muliakanlah
Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht’ra turun ke bumi
bagi orang kesayangan-Nya.
Amin, Amin, Amin.

Syair: Ere zij God, Isaac Bikkers, 1870, berdasarkan Lukas 2:14, terj. I.S. Kijne, 1946, revisi Yamuger, 2019
Lagu: Franz Albert Schulz, 1731

Tonton YouTube-nya:
MULIAKANLAH


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 189 - MULIAKANLAH


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN" mengabaikan kunci pengurutan baku "MULIAKANLAH" sebelumnya.

⇦ KK 189 KK 191 ⇨

KK190: BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN

do=e 4/4 MM ± 60

1

Bayi yang terbaring di palungan,
siapa yang menduga Dikau Tuhan?
Aku terpesona memandang-Mu:
‘Kau membawa surga ke hatiku!

Syair: H.A. Pandopo, 1985, revisi Yamuger, 2019
Lagu: Pramono Sugondo, nuansa Jawa

Tonton YouTube-nya:
BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 190 - BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "PADA HARI NATAL" mengabaikan kunci pengurutan baku "BAYI YANG TERBARING DI PALUNGAN" sebelumnya.

⇦ KK 190 KK 192 ⇨

KK191: PADA HARI NATAL

re=f 2/4 MM ± 68

1

Pada hari Natal, mari, nyanyilah!
Allah Mahatinggi muliakanlah!
Lahir Mesias, Pembaru dunia!
Pada hari Natal, mari, nyanyilah!

2

Kata sang malaikat, “Jangan terkejut!
Cari dalam kandang, Bayi yang lembut.
Dia Tuhanmu yang patut kausembah.”
Pada hari Natal, mari, nyanyilah!

3

Orang Majus ikut bintang cemerlang,
datang dari jauh ke kota Betlehem.
Mur, kemenyan dan emas hadiahnya.
Pada hari Natal, mari, nyanyilah!

4

Lihat Jurus’lamat, Yesus Penebus!
Ia mengungkapkan rah’sia kudus,
rela berkorban demi manusia.
Pada hari Natal, mari, nyanyilah!

Syair: Noél Nouvelet, Nyanyian Natal Prancis, 1400/1500, terj. H.A. Pandopo, 1974/1981
Lagu: Prancis, 1400/1500

Tonton YouTube-nya:
PADA HARI NATAL


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 191 - PADA HARI NATAL


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "SIAPA GERANGAN SANG RAJA" mengabaikan kunci pengurutan baku "PADA HARI NATAL" sebelumnya.

⇦ KK 191 KK 193 ⇨

KK192: SIAPA GERANGAN SANG RAJA

do=f 4/4 MM ± 80

1

Siapa gerangan Sang Raja yang t’lah lahir?
Ikut petunjuk para malaikat.
Lekaslah cari Sang Bayi di palungan,
dibungkus lampin; mari melihat!

Reff:

Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
Sang Jurus’lamat datang ke dunia.
Nyanyikan sorak bergempita bagi Allah!
Kelahiran-Nya membawa damai.

2

Nubuat lama yang dulu disabdakan
kini ternyata t’lah digenapi.
Sang Raja Damai pembawa t’rang abadi
sekarang lahir; surga bernyanyi.

3

Bayi yang kudus, Engkaulah Raja Damai.
Benci Kauubah menjadi kasih.
Yang bermusuhan menjadi bersahabat,
yang putus asa berpengharapan.

4

Ya Jurus’lamat, dengarlah doa kami.
Tetaplah tinggal di hati kami.
Berkati kami dan jadikanlah kami
saluran berkat bagi sesama.

Syair: Arnoldus Isaak Apituley, 1998
Lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1998

Tonton YouTube-nya:
SIAPA GERANGAN SANG RAJA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 192 - SIAPA GERANGAN SANG RAJA

Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "S’LAMAT, S’LAMAT DATANG" mengabaikan kunci pengurutan baku "SIAPA GERANGAN SANG RAJA" sebelumnya.

⇦ KK 192 KK 194 ⇨

KK193: S’LAMAT, S’LAMAT DATANG

do=g 2/4 MM ± 90

1

S’lamat, s’lamat datang, Yesus Tuhanku!
Jauh dari surga tinggi kunjungan-Mu.
S’lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
damai yang Kaubawa tiada taranya.
Salam, salam!

2

“Kyrie, eleison”: Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
Bunda-Mu Maria diberi karunia
melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!

3

Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
“Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam kandang domba ‘kau dapat bertemu.”
Salam, salam!

4

Datang orang Majus ikut bintang-Nya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
pada Jurus’lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!

Syair: Nu zijt wellekome, Nyanyian Natal Belanda/Jerman abad pertengahan, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Eropa, 1000; Jerman, 1300; Belanda, 1627

Tonton YouTube-nya:
S’LAMAT, S’LAMAT DATANG


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 193 - S’LAMAT, S’LAMAT DATANG


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "SUNGGUH MULIA" mengabaikan kunci pengurutan baku "S’LAMAT, S’LAMAT DATANG" sebelumnya.

⇦ KK 193 KK 195 ⇨

KK194: SUNGGUH MULIA

do=d 4/4 MM ± 108

1

Sungguh mulia berkarunia
Hari Natal yang kudus.
Duka berakhir; Kristus t’lah lahir.
Mari bernyanyi dengan merdu!

2

Sungguh mulia berkarunia
Hari Natal yang kudus.
Damai ilahi nyata kembali.
Mari bernyanyi dengan merdu!

3

Sungguh mulia berkarunia
Hari Natal yang kudus.
Sambut semua pujian surga.
Mari bernyanyi dengan merdu!

Syair: O du fröhliche, Johannes Daniel Falk, 1819/Heinrich Holzschuher, 1829, terj. Yamuger/Panlit KAJ, 1980
Lagu: Italia (Sicilia), 1700

Tonton YouTube-nya:
SUNGGUH MULIA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 194 - SUNGGUH MULIA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "T’LAH TURUN KE DUNIA" mengabaikan kunci pengurutan baku "SUNGGUH MULIA" sebelumnya.

⇦ KK 194 KK 196 ⇨

KK195: T’LAH TURUN KE DUNIA

la=a 4/4 MM ± 84

1

T’lah turun ke dunia, tinggalkan takhta-Nya,
kemuliaan surga di tanggal semesta,
tiada bagi-Nya tempat di Betlehem.
O, b’rilah, hai manusia tempat di hatimu!
Mari sembah, ucap syukur,
kar’na besar anug’rah Tuhanmu yang b’ri Imanuel.

Syair: Nggo nusur ku doni, Nyanyian Natal Batak Karo, terj. E.L. Pohan Shn, 1965
Lagu: Djaga Sembiring Depari (1922-1963)

Tonton YouTube-nya:
T’LAH TURUN KE DUNIA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 195 - T’LAH TURUN KE DUNIA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "WAKTU MALAM YANG SEPI" mengabaikan kunci pengurutan baku "T’LAH TURUN KE DUNIA" sebelumnya.

⇦ KK 195 KK 197 ⇨

KK196: WAKTU MALAM YANG SEPI

do=d 2/4, 3/4 MM ± 68

1

Waktu malam yang sepi terdengar berita;
bala surga memberi kabar sukacita.
Hai gembala Efrata, mari ikutlah serta
dengan suaramu dan serulingmu
dan gendang, genderang, bertepuk menari:
Jurus’lamat lahir!

2

Bintang fajar t’lah terbit bersemarak mulia,
menyinari yang sedih, menghiburkan dunia.
Segenap manusia, mari bergembiralah
dengan suaramu dan kolintangmu,
berdentang, berdenting, bertepuk menari:
Jurus’lamat lahir!

Syair: Midden in de winternacht, Nyanyian Natal Belanda, terj. H.A. Pandopo, 1981
Lagu: Spanyol, 1700

Tonton YouTube-nya:
WAKTU MALAM YANG SEPI


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 196 - WAKTU MALAM YANG SEPI


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "YA ANAK KECIL" mengabaikan kunci pengurutan baku "WAKTU MALAM YANG SEPI" sebelumnya.

⇦ KK 196 KK 198 ⇨

KK197: YA ANAK KECIL

do=g 3/4 MM ± 96

1

Ya Anak kecil, ya Anak lembut,
Engkau diutus Bapa-Mu
dan dari surga mulia
‘Kau jadi hamba terendah,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.

2

Ya Anak kecil, ya Anak lembut,
segala dosa Kautebus;
Kauhantar kami, umat-Mu,
ke haribaan Bapa-Mu,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.

3

Ya Anak kecil, ya Anak lembut,
‘Kau turun dari takhta-Mu;
Engkau beri bahagia
pengganti duka dunia,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.

4

Ya Anak kecil, ya Anak lembut,
‘Kau citra kasih Bapa-Mu;
nurani kami bakarlah
dengan kasih-Mu s’lamanya,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.

5

Ya Anak kecil, ya Anak lembut,
pada-Mu kami bertelut,
sejiwa-raga milik-Mu
dan pasrah diri pada-Mu,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.

Syair: O Jesulein süss, Nyanyian Natal Jerman, 1650, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Jerman (Köln), 1623

Tonton YouTube-nya:
YA ANAK KECIL


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 197 - YA ANAK KECIL


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "YANG DIPUJI KAUM GEMBALA" mengabaikan kunci pengurutan baku "YA ANAK KECIL" sebelumnya.

⇦ KK 197 KK 199 ⇨

KK198: YANG DIPUJI KAUM GEMBALA

do=f 6/8 MM ± 63

1

Yang dipuji kaum gembala
dan disambut malak Allah,
yakni Raja Kemuliaan,
juga lahir bagimu.

2

Orang Majus juga datang
dan membawa persembahan,
bagi Raja Kemuliaan:
mur, emas dan kemenyan.

3

Marilah bersukaria
ikut malak dan Maria:
bagi Raja yang mulia
angkat lagu yang merdu.

4

Kristus Raja, Allah kita
yang menjadi manusia,
sungguh layak menerima
puji, hormat dan syukur.

Syair: Quem pastores laudavere/Den die Hirten lobeten sehre, Nyanyian Natal Latin, 700/Nyanyian Natal Jerman, 1300, terj. Yamuger, 1981
Lagu: Jerman, 1300/Valentin Triller, 1555

Tonton YouTube-nya:
YANG DIPUJI KAUM GEMBALA


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 198 - YANG DIPUJI KAUM GEMBALA


Navigasi lagu:
<htmlet>kk</htmlet>

⇦ Kembali ke Kidung Keesaan

Peringatan: Kunci pengurutan baku "TIAP TAHUN KEMBALI" mengabaikan kunci pengurutan baku "YANG DIPUJI KAUM GEMBALA" sebelumnya.

⇦ KK 198 KK 200 ⇨

KK199: TIAP TAHUN KEMBALI

do=d 4/4 MM ± 92

1

Tiap tahun kembali kabar bergema
bahwa Yesus lahir dalam dunia.

2

Tiap-tiap rumah dimasuki-Nya
dan di jalan juga Ia beserta.

3

Ia mendampingi orang yang lemah;
kita diiringi oleh kasih-Nya.

Syair: Alle Jahre wieder, Wilhelm Hey (1789-1854), terj. H.A. Pandopo, 1978
Lagu: Freiedrich Silcher, 1860

Tonton YouTube-nya:
TIAP TAHUN KEMBALI


Syair / Lirik Indonesia Kidung Keesaan 199 - TIAP TAHUN KEMBALI